Keistimewaan Do'a yang terkandung dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15 yang dikhususkan untuk umat yang memasuki usia 40 tahun
Ditulis oleh: Jasman Maulana, S.Kom
Masjid Ta'mirul Masajid Muhammadiyah Cabang Makassar
KHUTBAH PERTAMA
Alhamdulillaahilladzii hadaanaa lihadzaa wamaa kunnaa linahtadiya laulaa an hadaanallah. Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi ajma'iin. Amma ba'du.
Hadirin Sidang Jumat yang dirahmati Allah,
Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh berkah ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Takwa dalam arti yang sebenar-benarnya: menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Perjalanan usia manusia adalah perjalanan menuju titik akhir yang pasti. Setiap pergantian tahun, bulan, dan hari, hakikatnya adalah pengurangan jatah waktu kita di dunia. Dalam fase kehidupan manusia, Al-Qur'an memberikan perhatian khusus pada satu titik usia yang menjadi tonggak kematangan, yaitu usia 40 tahun. Hal ini terekam indah dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15 :
...Hattaa idzaa balagha asyuddahu wa balagha arba'iina sanatan qaala rabbi awzi'nii an asykura ni'matakal-latii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya wa an a'mala shaalihan tardhaahu wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal-muslimiin.
"...Sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya mencapai empat puluh tahun, dia berdoa, 'Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau limpahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridhai; dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertobat kepada-Mu, dan sungguh, aku termasuk orang muslim.'"
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Usia 40 tahun bukanlah sekadar angka. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu menjelaskan bahwa usia 40 tahun adalah puncak kematangan fisik, akal, dan pemahaman seseorang. Jika pada usia ini seseorang belum menampakkan kecenderungan pada kebaikan, maka iblis akan mengusap wajahnya seraya berkata, "Inilah wajah orang yang tidak akan beruntung."
Oleh karena itu, Allah SWT mengajarkan sebuah doa yang sangat istimewa bagi mereka yang telah atau sedang memasuki usia ini. Dalam doa pada ayat tersebut, terdapat empat permohonan utama yang harus menjadi fokus hidup kita :
Pertama, Memohon Petunjuk untuk Menjadi Hamba yang Bersyukur.
(Rabbi awzi'nii an asykura ni'matakal-latii an'amta 'alayya wa 'alaa waalidayya)
Pada usia 40 tahun, manusia biasanya telah merasakan manis pahitnya kehidupan. Karier yang mulai mapan, keluarga yang terbangun, dan berbagai nikmat lainnya. Doa ini mengingatkan kita untuk tidak takabur. Kesuksesan di usia ini bukanlah semata-mata karena keringat dan kecerdasan kita, melainkan nikmat Allah. Bahkan, kita diajarkan untuk mensyukuri nikmat yang diberikan kepada orang tua kita. Sebab, keberhasilan kita hari ini tidak lepas dari doa dan tetesan air mata ayah dan ibu kita di masa lalu.
Kedua, Memohon Taufik untuk Beramal Saleh yang Diridhai Allah.
(wa an a'mala shaalihan tardhaahu)
Banyak orang beramal, namun belum tentu amalnya diridhai Allah. Di usia 40 tahun, orientasi kerja dan aktivitas tidak boleh lagi sekadar mengejar kuantitas materi atau pengakuan manusia. Fokusnya harus bergeser pada kualitas ibadah dan amal yang Tardhaahu yang Allah ridhai. Usia 40 adalah saatnya memastikan bahwa harta yang dicari benar-benar halal, pekerjaan yang dilakukan bernilai ibadah, dan sisa usia dihabiskan untuk sesuatu yang bermakna bagi akhirat.
Ketiga, Memohon Kesalehan untuk Anak dan Keturunan.
(wa ashlih lii fii dzurriyyatii)
Di usia ini, tantangan terbesar biasanya bukan lagi tentang diri sendiri, melainkan tentang anak-anak yang mulai beranjak remaja atau dewasa. Harta sebanyak apa pun tidak akan membawa ketenangan jika anak-anak jauh dari agama. Doa ini adalah bentuk ikhtiar spiritual seorang ayah. Kita memohon kepada Allah agar keturunan kita diperbaiki akhlaknya, dijaga akidahnya, dan kelak menjadi amal jariyah yang doa-doanya terus mengalir ketika kita telah terbaring di alam kubur.
Keempat, Deklarasi Taubat dan Ketundukan Total.
(innii tubtu ilaika wa innii minal-muslimiin)
Ini adalah puncak dari doa tersebut. Memasuki usia 40 tahun adalah masa transisi untuk banyak menoleh ke belakang, menyadari betapa banyak dosa, kezaliman, dan waktu yang terbuang sia-sia di masa muda. Kalimat "Innii tubtu ilaika" (sungguh aku bertaubat kepada-Mu) adalah pengakuan akan kelemahan dan dosa, sementara "wa innii minal-muslimiin" (dan sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri) adalah komitmen untuk menghabiskan sisa umur dengan penuh ketundukan pada aturan syariat.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Bagi jamaah yang saat ini belum mencapai usia 40 tahun, persiapkanlah diri dari sekarang. Bangunlah fondasi keimanan yang kuat. Dan bagi jamaah yang telah melewati usia 40 tahun, mari kita perbanyak membaca doa dalam Surah Al-Ahqaf ayat 15 ini. Jadikan sisa umur ini sebagai masa-masa panen amal saleh, bukan masa untuk menambah penyesalan.
Baarakallahu lii wa lakum fil-qur'aanil 'azhiim, wa nafa'anii wa iyyaakum bimaa fiihi minal-aayaati wa dzikril-hakiim. Aquulu qawlii haadzaa wastaghfirullaha lii wa lakum wa lisaa-iril muslimiina min kulli dzanbin, fastaghfiruuhu innahu huwal-ghafuুরুর-rahiim.
KHUTBAH KEDUA
Alhamdulillaahi 'alaa ihsaanihi, wasy-syukru lahu 'alaa taufiiqihi wa imtinaanihi. Asyhadu allaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalahu ta'zhiiman lisya'nihi, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rasuluhud-daa'ii ilaa ridhwaanihi. Allahumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa ashaabihi wa sallim tasliiman katsiiraa.
Amma ba'du. Fayaa ayyuhan-naas, ittaqullah.
Hadirin Sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Di khutbah kedua ini, marilah kita menundukkan hati dan pikiran, memohon keampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga kita semua, di usia berapa pun saat ini, senantiasa diberikan hidayah untuk terus mensyukuri nikmat-Nya, diberikan kekuatan untuk beramal saleh, dikaruniai keturunan yang menyejukkan pandangan, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Innallaha wa malaa-ikatahu yushalluuna 'alan-nabiyy, yaa ayyuhalladziina aamanuu shalluu 'alaihi wa sallimuu tasliimaa.
Allahumma shalli 'alaa Muhammad wa 'alaa aali Muhammad, kamaa shallaita 'alaa Ibraahiim wa 'alaa aali Ibraahiim, innaka hamiidum majiid.
Allahummaghfir lil-muslimiina wal-muslimaat, wal-mu'miniina wal-mu'minaat, al-ahyaa-i minhum wal-amwaat. Innaka samii'un qariibun mujiibud-da'waat yaa qaadhiyal-haajaat.
Rabbana awzi'naa an nasykura ni'matakal-latii an'amta 'alainaa wa 'alaa waalidaynaa wa an na'mala shaalihan tardhaahu wa ashlih lanaa fii dzurriyyatinaa, innaa tubnaa ilaika wa innaa minal-muslimiin.
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyatinaa qurrata a'yun, waj'alnaa lil-muttaqiina imaamaa.
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar.
‘Ibaadallah, innallaha ya'muru bil-'adli wal-ihsaan, wa iitaa-i dzil-qurbaa, wa yanhaa 'anil-fahsyaa-i wal-munkari wal-baghyi, ya'izhukum la'allakum tadzakkaruun. Fadzkurullaha yadzkurkum, wasy-kuruuhu 'alaa ni'mamihi yazidkum, waladzikrullahi akbar.
Khatib : KH. Sudirman, S.Ag (Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Makassar)
Menu Pintasan
Teks Khutbah Terkait
Waktu Shalat
Memuat tanggal...
Menghitung Kalender...
Donasi & Infaq
Masjid Ta'mirul Masajid MKS
Nomor Rekening:
745 745 7558
Atas Nama:
Masjid Ta'mirul Masajid
Dapat dipindai melalui seluruh aplikasi Mobile Banking & E-Wallet (OVO, GoPay, DANA, QRIS)
Kirim bukti transfer / konfirmasi donasi:
Konfirmasi via WhatsApp (0882 4637 6444)